Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pidato di hadapan anggota partai AKP di Provinsi Karaman, Ahad (17/12/2017) kemarin menegaskan akan membuka kedutaan di Yerusalem Timur.

Keputusan tersebut mengemuka selepas keluarnya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memindahkan kedutaan Washington dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan mengakui kota suci itu sebagai ibukota Israel.

Yerusalem, kota suci bagi tiga agama -Yahudi, Kristen dan Muslim- telah menjadi jantung konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade terakhir.

Saat ini Israel mengendalikan seluruh Yerusalem dan menyebut kota itu sebagai ibu kota yang tak terpisahkan. Sementara, warga Palestina menginginkan ibu kota sebuah negara masa depan yang mereka inginkan berada di Yerusalem Timur.

Yerusalem Timur diduduki Israel setelah menguasai wilayah tersebut dalam perang tahun 1967 dan tindakan tersebut tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

(islampos.com)