Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah ketinggalan zaman dan tidak melindungi kepentingan negara-negara Muslim. Hal tersebut ia sampaikan dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi Kuala Lumpur 2019 kamis kemarin.

Menurutnya, Dewan Keamanan PBB telah didirikan oleh para pemenang perang dunia kedua. Erdogan mengatakan, sistem saat ini hanya mendukung anggota tetap, yang terdiri dari lima negara dengan kekuatan veto diantaranya China, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Erdogan juga menambahkan bahwa sistem yang didirikan para pemenang Perang Dunia 2 itu hanya melindungi kepentingan mereka sendiri dengan adanya hak veto.  Sehingga hal ini menyebabkan kebijakan yang merugikan muslim dinikmati oleh lima anggota tetap Dewan keamanan.

Erdogan menambahkan merupakan keharusan untuk memperbarui platform seperti Organisasi Kerja Sama Islam   yang menyatukan negara-negara Islam dan meningkatkan efektivitasnya. Erdogan mengungkapkan, sistem dunia membutuhkan struktur baru berdasarkan keadilan dan kesetaraan. Menurutnya, solusi untuk masalah global harus ditemukan dengan perspektif yang fokus kepada orang dan hati nurani, dan bukan pada minat dan pendapat.

Akan tetapi, ia juga mengakui beberapa masalah yang dihadapi dunia Muslim, disebabkan kelemahan umat islam sendiri, dan tidak ada hubungannya dengan faktor-faktor eksternal. Dia mengamati masalah terbesar yang dihadapi umat Islam dalam skala global karena kurangnya implementasi kebijakan bersama. Negara-negara Muslim dianggap tetap terpecah dan terganggu oleh pandangan agama yang berbeda.

https://khazanah.republika

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah ketinggalan zaman dan tidak melindungi kepentingan negara-negara Muslim. Hal tersebut ia sampaikan dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi Kuala Lumpur 2019 kamis kemarin.

Menurutnya, Dewan Keamanan PBB telah didirikan oleh para pemenang perang dunia kedua. Erdogan mengatakan, sistem saat ini hanya mendukung anggota tetap, yang terdiri dari lima negara dengan kekuatan veto diantaranya China, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Erdogan juga menambahkan bahwa sistem yang didirikan para pemenang Perang Dunia 2 itu hanya melindungi kepentingan mereka sendiri dengan adanya hak veto.  Sehingga hal ini menyebabkan kebijakan yang merugikan muslim dinikmati oleh lima anggota tetap Dewan keamanan.

Erdogan menambahkan merupakan keharusan untuk memperbarui platform seperti Organisasi Kerja Sama Islam   yang menyatukan negara-negara Islam dan meningkatkan efektivitasnya. Erdogan mengungkapkan, sistem dunia membutuhkan struktur baru berdasarkan keadilan dan kesetaraan. Menurutnya, solusi untuk masalah global harus ditemukan dengan perspektif yang fokus kepada orang dan hati nurani, dan bukan pada minat dan pendapat.

Akan tetapi, ia juga mengakui beberapa masalah yang dihadapi dunia Muslim, disebabkan kelemahan umat islam sendiri, dan tidak ada hubungannya dengan faktor-faktor eksternal. Dia mengamati masalah terbesar yang dihadapi umat Islam dalam skala global karena kurangnya implementasi kebijakan bersama. Negara-negara Muslim dianggap tetap terpecah dan terganggu oleh pandangan agama yang berbeda.

khazanah.republika/admin