Uni Eropa mengecam rencana perdamaian Timur Tengah yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Tramp, termasuk untuk konflik Israel-Palestina. Rencana itu dinilai bertentangan dengan resolusi internasional. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell,  saat bertemu Raja Yordania Abdullah 2 dan Menteri Luar Negerinya, Aiman Safadi di Amman. Selain membahas kerja sama bilateral, mereka turut mendiskusikan perkembangan kawasan.

Borrell mengungkapkan Uni Eropa dan Yordania menyadari konflik Palestina-Israel merupakan salah satu konflik terpanjang serta paling menyakitkan dalam sejarah. Dia juga menyangsikan rencana perdamaian yang digagas Tramp. Apalagi mengetahui rencana itu dibuat tanpa melibatkan perwakilan Palestina.

Borrell menegaskan kembali komitmen Uni Eropa terhadap solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel. (republika/admin)