Delapan faksi yang merumuskan visi nasional untuk mengakhiri perpecahan menegaskan perlunya memulai dialog nasional yang komprehensif sebelum melaksanakan pemilihan umum. Gerakan menyerukan perlunya merespon visi tersebut, yang merupakan jalan keluar dari perpecahan nasional.

Faksi-faksi yang berpartisipasi dalam pertemuan ini menegaskan perlunya mengadakan pemilu komprehensif secara bersamaan yakni dewan nasional, legislatif dan presiden. Pemilihan diadakan secara menyeluruh dan harus berlangsung di semua wilayah Palestina, termasuk al-Quds yang diduduki penjajah Israel.

Kedelapan faksi menyerukan dialog dan untuk mencapai pendekatan, terutama gerakan Fatah yang sampai hari ini belum menanggapi inisiatif  secara resmi.

Anggota Biro Politik Hamas, Salah Bardawil, mengatakan bahwa gerakannya menghargai visi tersebut. Dia menegaskan bahwa gerakannya mengikuti  tanpa syarat.

Sementara itu, anggota pimpinan gerakan Fatah Imad Agha, yang gerakannya melihat bahwa pemilu adalah jalan menuju persatuan, tetapi dengan dua syarat. Pertama, ketersediaan perimbangan internasional untuk memaksa penjajah Israel agar tidak mencegah terlaksananya pemilu di al-Quds. Yang kedua, hasil pemilu ini diterima semua pihak.

Imad menyatakan bahwa pelaksanaan pemilu harus didahului dengan dialog nasional. Imad juga menegaskan bahwa kedelapan faksi menginginkan dialog nasional yang komprehensif. Menurutnya, tidak adanya dialog bisa memperdalam keretakan internal. (melayu.palinfo/admin)