Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur atau GUIB Jatim mendesak pemerintah Indonesia agar bersikap tegas dalam upaya menghentikan pelanggaran HAM atas muslim Uighur di Xinjiang, Cina.

Sekretaris Jenderal GUIB Jatim, Muhammad Yunus  menjelaskan, Sesuai dengan amanat undang-undang dasar I945 dan politik luar negeri Bebas Aktif, maka Indonesia harus bersuara. Menurutnya, Diamnya pemerintah Indonesia atas tragedi penindasan uighur sangat mengecewakan rakyat Indonesia.

GUIB Jatim juga menyeru umat Islam sedunia umumnya dan khususnya Umat Islam Indonesia untuk melakukan gerakan solidaritas dengan menyalurkan bantuan bagi Muslim Uighur melalui Infaq Jum’at untuk Muslim Uighur, Qunut Nazilah, serta menyampaikan materi khutbah jum’at dengan tema solidaritas Muslim Uighur.

Yunus pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas manuver pihak tertentu yang ingin memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan politik dan upaya adu domba diantara umat Islam di Indonesia. Selain itu GUIB Jatim juga mendesak pemerintah RRC agar segera menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM yang terjadi. GUIB juga mendesak OKI, PBB dan Komnas HAM RI untuk melakukan upaya sistematis dalam rangka menyelamatkan muslim Uighur, dan bersikap tegas dalam memberikan tekanan terhadap pemerintah RRC agar memberikan hak hak sipil bagi muslim Uighur.

https://www.kiblat.net/2019/12/21/guib-jatim-rakyat-kecewa-atas-diamnya-pemerintah-soal-uighur/