Puluhan siswa dan beberapa guru Palestina mengalami sesak nafas akibat menghirup gas air mata di dekat satu sekolah di Kota Al-Kholil, Hebron, bagian selatan Tepi Barat Sungai Jordan.

Koresponden Kantor Berita Palestina, WAFA, mengatakan tentara Yahudi dikerahkan ke sekitar Sekolah Dasar Al-Kholil di bagian selatan Kota Al-Khoalil dan dengan gencar menembakkan gas air mata ke dalam kompleks sekolah. Akibatnya, puluhan murid dan beberapa guru menderita sesak nafas karena menghirup terlalu banyak gas air mata. Semua orang yang menderita sesak nafas diberi perawatan di lokasi.

Sekolah Dasar Al-Kholil adalah salah satu dari sembilan sekolah Palestina yang berada di Daerah H2 Al-Kholil, yang berada di bawah kendali militer dan sipil Israel dan tetap menghadapi resiko paling besar serangan. Murid sekolah harus melewati pos pemeriksaan militer Israel di Daerah H2 untuk sampai ke sekolah mereka.

Daerah tersebut, yang menjadi tempat tinggal 32 ribu orang Palestina, dipandang sebagai yang paling rentan bagi tentara Israel dan pemukim Yahudi. Mereka secara rutin menciptakan ketakutan dan teror kepada murid dan guru. Banyak di antara guru dan murid mengalami tekanan dan cemas serta sangat mengurangi tingkat kehadiran murid di sekolah.

Serangan terhadap lembaga pendidikan oleh pasukan militer Israel dan pemukim Yahudi di Palestina merupakan pelanggaran sangat besar terhadap hak anak-anak untuk menerima pendidikan dan pembangunan. Serangan itu terutama terjadi di daerah yang paling rentan di Tepi Barat yakni Area C, H2 dan Al-Quds. (republika/admin).