Islam menekankan bagi pemeluknya untuk menunaikan hak-hak para tetangga. Islam memerintahkan untuk senantiasa berbuat baik terhadap tetangganya dan tidak menyakiti mereka, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Karena orang yang tidak berbuat baik kepada tetangganya, bahkan tetangganya merasa terganggu dengan perbuatan ataupun perkataannya yang keji, maka orang seperti ini berhak untuk masuk neraka. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بالله وَاليَومِ الآخرِ، فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَسْكُتْ ))

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka janganlah ia mengganggu tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhori dan Muslim)