Tentara ‘Israel’, menutup Masjid Ibrohimi bagi umat Muslim, yang kemudian masjid itu dipersiapkan bagi pemukim ilegal ‘Israel’ untuk hari ketiga liburan Paskah kaum Yahudi.

Ketua Wakaf Islam di Al-Kholil, Ismail Abu al-Halaweh menuturkan pada kantor berita Ma’an, bahwa, terlepas dari pos-pos pemeriksaan dan sejumlah besar pasukan ‘Israel’ di area tersebut, Masjid Ibrohimi masih tetap penuh dengan jamaah sholat.

‘Israel’ mengerahkan pasukannya di sekitar Masjid Ibrohimi, yang telah menjadi lokasi ketegangan selama beberapa dekade.

Masjid tersebut merupakan saksi bisu pembantaian berdarah terhadap warga Palestina pada 25 Februari 1994 oleh Baroch Goldstein, ektremis Yahudi keturunan Amerika Serikat.

Masjid Ibrahimi saat ini hanya dibuka 10 hari dalam setahun bagi umat Islam dan 10 hari bagi kaum Yahudi.

(hidayatullah/admin)

Marhaban Romadhon SImpatiFM