Direktur Organisasi Dokter Lintas Batas, Dokter Sidney Wong melaporkan hasil survei di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh bahwa sebanyak 70 persen atau lebih dari 6 ribu jiwa tewas karena aksi kekerasan. Lebih dari 700 di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Sidney Wong mengatakan, jumlah angka kematian terbesar ditemukan bersamaan dengan operasi pembersihan oleh pasukan keamanan Myanmar.

Sidney juga menjelaskan bahwa hampir 60 persen balita tewas ditembak, 15 persen dibakar, 7 persen dipukuli, dan 2 persen tewas karena ledakan ranjau.

Ia pun menegaskan bahwa orang-orang Rohingya seharusnya tidak dipaksa untuk pulang karena keamanan dan hak-hak mereka harus dijamin. Sehingga Sidney menilai proses penandatangan kesepakatan pemulangan pengungsi antara pemerintah Myanmar dan Bangladesh masih premature.

(islampos.com)