Yeni Kadudampit

Assalamuailukm Bagaimana hukumnya pegadaian dalm islam Apakah boleh? Misalnya ada yang menggadaikan sawah dan mengijinkan kepada kita untuk bercocok tanam di sawah tersebut, ini gmna yah? Apakah ada unsur ribanya? Mohon penjelasaannya?

Jawaban:

Yang pertama adalah terkait dengan hukum apakah boleh atau tidaknya, maka yang perlu kita ketahui adalah apa arti gadai..?

pendengarGadai dalam bahasa Arab disebut dengan ar rahn, ar rahn bermakna menjadikan harta tertentu sebagai jaminan utang pinjaman agar bisa dibayar dengan sebagian atau seharga harta tersebut ketika gagal melunasi utang tadi, pada batas waktu yang disepakati.

Dalil yang Menunjukkan Bolehnya Gadai Firman Allah Ta’ala,

وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آَثِمٌ قَلْبُهُ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Jika kamu dalam perjalanan dan bermu’amalah tidak secara tunai sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang oleh yang berpiutang. Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya hutangnya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Robbnya; dan janganlah kamu para saksi menyembunyikan persaksian” (QS. Al Baqarah: 283).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِىٍّ إِلَى أَجَلٍ ، وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membeli makanan dari orang Yahudi secara tidak tunai utang, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan gadaian berupa baju besi” (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama sepakat bahwa rahn dibolehkan dan hal ini telah dilakukan sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini, dan tidak ada yang mengingkarinya.

Adapun pertanyaan yang ditanyakan, maka tidak boleh pemegang gadai memanfaatkan barang gadaian seperti sawah, motor dan lainnya dalam bentuk apapun juga walaupun sudah didizinkan oleh pemiliknya, karena hal tersebut termasuk riba yang diharamkan dalam islam.

Kecuali barang gadaian tersebut memerlukan biaya perawatan sedangkan pemiliknya tidak mau nmengeluarkan biaya tersebut, sehingga di bebenkan kepada pemegang gadai, dan dalam keadaan ini menurut sebagaian kecil ulama diperbolehkan memanfaatkan barang gadaian tersebut sebesar biaya yang dikeluarkan, tetapi mayoritas ulama tetap mengharamkannya secara mutlak. Wallahu a’lam.

Marhaban Romadhon SImpatiFM