Direktorat Pendidikan di provinsi Idlib, yang dikuasai oposisi, mengumumkan pada Selasa sebanyak 63 sekolah rusak akibat pemboman Rusia dan pasukan rezim Suriah selama paruh pertama 2019. Mayoritas sekolah itu berada di kota-kota di pedesaan Idlib selatan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari sumber media yang didapat Smart News Agency, serangan udara Rusia dan Suriah serta gempuran darat menyebabkan kerusakan antara 10 dan 80 persen di bangunan sekolah yang terkena serangan.

Sebagian besar sekolah yang menjadi target berada di kota-kota dan desa-desa di pedesaan selatan Idlib, di samping empat sekolah di Jisr al-Shughour dan tiga lainnya di Idlib kota.

Menurut data Badan Medis Suriah, Gempuran Rusia dan Suriah dalam beberapa hari terakhir juga menargetkan 25 fasilitas medis, 20 di antaranya hancur total atau sebagian. Gempuran itu juga menargetkan 12 kantor relawan White Helmets, 30 lokasi publik dan sejumlah pasar.

Pasukan rezim basyar Assad dan Rusia meluncurkan pemboman udara besar-besaran di Idlib, Hama dan Latakia utara selama berminggu-minggu. Ratusan sipil harus meregang nyawa dan puluhan ribu lainnya mengungsi.

(kiblat/admin)