Departemen Pertahanan Turki, mengumumkan satu tentaranya tewas dan tiga lainnya terluka ketika pos pemantau gencatan senjata di Idlib terkena serangan mortir. Mereka yang terluka dievakuasi dan sedang dirawat. Keberadaan pos pemantau ini bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang disepakati Rusia-Turki untuk Idlib.

Dalam pernyataan tertulis, Departemen pertahanan mengatakan bahwa mortir itu ditembakkan dari wilayah kontrol militer Suriah. Pernyataan tersebut meyakini bahwa ini merupakan serangan yang disengaja.

Departemen pertahanan Turki telah memanggil atase Rusia di Ankara terkait serangan tersebut dan mengatakan akan membalas “dengan cara yang paling mungkin”.

Ini merupakan yang kesekian kalinya pos pengamatan militer Turki menjadi sasaran serangan mortir. Namun ini menjadi serangan pertama yang menimbulkan korban jiwa di barisan tentara Turki.

Turki mendirikan belasan pos pemantau sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata Idlib yang disepakatinya dengan Rusia. Namun kesepakatan ini diambang keruntuhan menyusul kampanye militer rezim Assad.

Pedesaan Idlib dan Hama, yang masuk dalam zona kesepakatan gencatan, menjadi sasaran kampanye udara darat dan militer rezim sejak sebulan terakhir. Menurut data PBB, puluhan ribu warga mengungsi akibat kampanye itu. Mereka menuju ke perbatasan Turki untuk berlindung.

(kiblat/admin)