Amnesti Internasional mengatakan rezim Suriah dan sekutu Rusianya menyerang fasilitas medis dan sebuah sekolah di provinsi Idlib yang dikuasai oleh pejuang dengan serangan udara dan artileri selama sebulan terakhir.

dalam sebuah pernyataan Amnesti Internasional mengatakan bahwa setelah delapan tahun perang, rezim Suriah terus menunjukkan ketidakpedulian terhadap hukum perang dan kehidupan warga sipil.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, rezim menyerang provinsi di barat laut Suriah yang dikuasai oleh Hai’ah Tahrir Syam atau HTS sejak Februari, menyebabkan sebanyak 170 warga sipil tewas dan ribuan orang menjadi pengungsi.

Amnesti mengatakan bahwa rumah sakit, bank darah, dan fasilitas medis lainnya, serta toko roti dan sekolah, telah dihantam di Idlib. Pemerintah Suriah, dengan dukungan Rusia, jelas menggunakan taktik militer yang melanggar hukum yang menyebabkan pengungsian besar-besaran, dalam beberapa kasus pemindahan paksa.

(arrahmah/admin)