Seperti dilansir France24, Pemerintah India mengatakan akan mengusir 40 ribu warga Muslim Rohingya yang mengungsi di negaranya. Warga minoritas yang terusir dari kampung halamannya di Myanmar itu dianggap imigran ilegal meskipun banyak di antara mereka terdaftar di UNHCR.

Menteri Urusan Dalam Negeri India, Kern Regijo, di depan parlemen pada Senin (14/08/2017) kemarin mengatakan, Pemerintah menargetkan mengusir sekitar 40 ribu warga Rohingya di India karena menganggap mereka sebagai pengungsi illegal.

UNHCR telah memberi kartu khusus bagi sekitar 16.500 pengungsi Rohingya di India. Kartu itu melindungi mereka dari pelecehan, penangkapan sewenang-wenang, penahanan dan deportasi.

Akan tetapi, Regijo mengklaim bahwa kartu khusus tersebut tidak berpengaruh dengan rencana pemerintah. UNHCR tidak bisa menghalangi pihaknya. Karena menurut Regijo, seluruh pengungsi Rohingya di negaranya adalah ilegal.

UNHCR India mengaku sampai saat ini belum mendapat pemberitahuan resmi terkait rencana pemerintah tersebut. Mereka juga mengaku belum mendapat laporan adanya pengungsi yang sudah diusir.

(Kiblat.net)