Polisi Inggris, menangkap sedikitnya enam remaja diduga pelaku kekerasan Islamofobia yang menargetkan sebuah Islamic Centre di Newcastle, Inggris. Ini merupakan serangan kedua terhadap kompleks Islam dalam dua bulan terakhir.

Para remaja itu memecahkan kaca gedung sekolah, merobek-robek Al-Quran dan menyebarnya di lantai. Islamic Centre itu sendiri terdapat sekolah dan masjid.

Serangan ini terjadi sebagai bagian dari serangkaian kekerasan terhadap masjid dan yayasan Islam di Inggris setelah serangan teroris terhadap dua masjid di Selandia Baru. Serangan teror pada 15 Maret itu menewaskan 50 jamaah Shalat Jumat dan melukai puluhan lainnya. Pembantaian kejam ini terkait dengan meningkatnya kebencian terhadap penganut Islam dan Islamofhobia di Eropa dan Negara-negara lainnya.

Para tersangka serangan Newcastle berusia antara usia 14 hingga 18 tahun.

seorang pejabat polisi setempat mengatakan bahwa ini adalah insiden yang sangat menyakitkan bagi Akademi Bahr, sekolah di Islamic Centre tersebut, terutama karena itu merupakan serangan kedua tahun ini.

Pejabat polisi itu menambahkan, meskipun pelaku tidak meninggalkan tulisan kebencian di dinding seperti sebelumnya, ia melihat ini sebagai kejahatan rasial. Saat ini pihaknya telah mengirim anggota ke lokasi dan meningkatkan patrol di sekitarnya.

Kepala sekolah Akademi Bahr, Mohamed Abdul muhail, mengungkapkan kemarahannya atas serangan ini. Akan tetapi, pihaknya tidak memiliki kekuatan untuk melawan. 00

Marhaban Romadhon SImpatiFM