Pemberontak Syiah Hutsi berniat untuk menutup sekolah-sekolah di wilayah yang dikuasai guna menempatkan anak-anak di dalam peperangan dan mempersenjatai mereka.

Dalam hal ini, menteri pemuda pemerintahan Syiah Hutsi, Hassan Zaid menyarankan kelompoknya untuk mempersenjatai para murid dan guru untuk berperang sebagaimana ditulis di laman facebooknya Jumat (20/10/2017) yang lalu.

Akibat postingan tersebut, sejumlah pengguna media sosial menanggapinya dengan kemarahan dan membalas tulisan tersebut. Selanjutnya, Zaid pun mengkritik mereka yang mencibir usulannya.

Perlu diketahui, UNICEF ‚Äč‚Äčmemperkirakan bahwa 78 persen sekolah Yaman terkena dampak krisis gaji. Sementara itu, hampir 500 sekolah hancur selama konflik atau berubah menjadi tempat penampungan atau dikuasai oleh faksi-faksi bersenjata.

(kiblat.net)