Israel berencana membangun tembok pemisah di bagian utara pagar perbatasan Jalur Gaza, Palestina. Tembok dengan tinggi enam meter dan panjang sembilan kilometer itu akan didirikan dekat area komunitas Yad Mordechai dan Sderot.

Kementerian Pertahanan Israel membangun tembok tersebut untuk menjauhkan komunitas Yahudi yang tinggal di sepanjang perbatasan Gaza. Pembangunan tersebut diperkirakan akan menghabiskan biaya puluhan juta shekel.

Proses pembangunan itu diharapkan rampung pada musim panas mendatang. Selain tembok, Israel juga akan membangun penghalang lorong bawah tanah di dekat perbatasan Gaza. Tujuannya agar tidak ada anggota kelompok pejuang Palestina yang dapat masuk ke wilayah yang diduduki Israel.

Sejak Maret 2018, situasi di Jalur Gaza, khususnya dekat perbatasan dengan Israel telah memanas. Israel mengintimidasi gelaran aksi Great March of Return yang dilakukan sejumlah warga Palestina di sana.

Dalam aksi itu, orang-orang Palestina menuntut Israel agar mengembalikan lahan dan tanah yang diduduki negeri zionis itu pasca-Perang 1967 kepada para pengungsi Palestina. Selain itu, warga Palestina juga menyuarakan protes atas keputusan Amerika Serikat di bawah administrasi Donald Tramp yang memindahkan kedutaan besar ke Yerussalem.

/internasional.republika/admin