Pasukan kepolisian Israel dan unit Yoav dari otoritas pengembangan Negev, menggusur kemah-kemah warga di kawasan Araqib, kawasan Palestina yang tidak mendapat pengakuan di Negev. Para penduduk palestina  terancam pengusiran dan pengosongan. Penggusuran tersebut adalah untuk yang ke-170 kalinya.

Pasukan kepolisian Israel juga menangkap putera tokoh Araqib, Aziz Shoyah al-Thawari, setelah proses penggusuran, dan beberapa waktu kemudian dilepaskan dengan sejumlah persyaratan.

Ketua komite rakyat pembela Araqib, Ahmad Khalil al-Thawari bahwa Israel memiliki motif untuk memperluas perselisihan dengan lembaga Palestina setempat.  Upaya seperti itu bertujuan untuk mengusir warga palestina dari kawasan Araqib. Ahmad mengatakan pihaknya akan tetap melakukan perlawanan, dan menunggu keputusan pengadilan terkait kepemilikan tanah.

Warga Araqib terus bertahan dan membangun kembali kemah dan tempat tinggal, serta berupaya menghadapi semua rencana pengusiran dari desa mereka. Pada 21 November 2019 lalu merupakan penggusuran terakhir sebelum penggusuran yang terjadi hari ini.

Otoritas Israel melanjutkan penangkapan terhadap warga desa yang menolak menjual tanah mereka, dan menggusur tempat tinggal mereka yang sederhana, dan merusak hasil pertanian, serta menerapkan denda tinggi dengan dalih tak memiliki ijin tinggal. Penjajah Israel melanjutkan penggusuran kawasan Araqib sejak tahun 2000 lalu, dalam upaya mengusir warga Palestina dari kawasan tersebut.

melayu.palinfo/admin