Pasukan Israel mulai menghancurkan permukiman komunitas Palestina di desa Sur Baher, Yerussalem Timur. Sejumlah warga Palestina telah dievakuasi secara paksa dari daerah tersebut.

Buldoser yang dikawal ratusan tentara dan polisi Israel mendatangi Sur Baher pada Senin dini hari waktu setempat.

Seorang tokoh masyarakat di Sur Baher, Hamada, mengatakan bahwa sejak pukul dua pagi mereka telah mengevakuasi orang-orang dari rumah dengan paksa dan mereka telah mulai menanam bahan peledak di rumah yang ingin mereka hancurkan.

Menurut Obeideh dan warga Sur Baher lainnya, mereka sebenarnya tak memerlukan izin Israel untuk membangun rumah di sana karena mereka telah memperoleh izin dari Otoritas Palestina. Rumah yang dihancurkan pasukan Israel di Sur Baher adalah yang berada di dekat tembok penghalang militer. Namun, Mahkamah Agung Israel telah menyatakan bahwa pembangunan perumahan di sana ilegal atau melanggar larangan konstruksi.

Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Israel, warga Palestina di Sur Baher diberi waktu hingga Jumat pekan lalu untuk meninggalkan atau mengosongkan rumahnya. Namun, sebagian besar memilih bertahan hingga akhirnya buldoser dan pasukan Israel datang ke sana.

Pekan lalu, sejumlah pejabat Palestina mengatakan bahwa lingkungan Sur Baher terletak dalam wilayah yang menjadi kontrol mereka. Berdasarkan Perjanjian Oslo, Palestina memang diberi kewenangan untuk melaksanakan pemerintahan sendiri secara terbatas atas bagian-bagian Tepi Barat.

Organisasi Pembebasan Palestina menuding pengadilan Israel memiliki motif untuk menetapkan preseden yang memungkinkannya menghancurkan lebih banyak bangunan yang terletak di dekat Sur Baher.

(republika/admin)

Marhaban Romadhon SImpatiFM