Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Brunei, Darussalam Sujatmiko, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Sujatmiko dan jajaran mendiskusikan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dilakukan antara Indonesia dan Brunei Darussalam, khususnya pada bidang keagamaan.

Misalnya, terkait standarisasi halal. Menurut Sujatmiko, adanya kerja sama antara dua negara itu cukup strategis. Apalagi, mulai tahun ini Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal atau BPJPH akan mulai beroperasi di Tanah Air untuk melakukan sertifikasi halal.

Sujatmiko menjelaskan, di Brunei jika suatu produk terbukti tidak halal, maka pemerintah negara tersebut segera menyampaikan teguran keras kepada yang bersangkutan, bahkan hingga dicabut izin operasionalnya.

Menanggapi hal tersebut, Menag mengaku pihaknya terbuka terhadap peluang kerjasama tersebut.

Selain soal standarisasi halal, gambaran potensi kerja sama lainnya berkaitan dengan pendidikan, terutama peningkatan beasiswa di bidang ilmu keagamaan antarkedua negara. Sujatmiko pun menawarkan membuka peluang kerjasama terkait penerjemahan Tafsir Alquran Tematik Kemenag ke dalam bahasa Brunei.

Terakhir, ajuan kerja sama lain yaitu mengenai kerjasama atau MoU perwakafan. Tanah wakaf milik Kemenag agar dioptimalkan lebih produktif untuk pertumbuhan ekonomi dan juga dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan.

Pada kesempatan ini, Sujatmiko begitu yakin dan optimis tentang rancangan kerja sama yang akan dilakukan Kementerian Agama RI dengan Brunei Darussalam.

(republika/admin)