Kementerian Agama terus berupaya melakukan inovasi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada penyelenggaaan haji tahun ini, salah satu inovasi yang dilakukan Kemenag adalah dengan membuat sistem zonasi provinsi.

Konsul Haji dan Umroh KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan bahwa sistem zonasi per provinsi ini agar penempatan, pemondokan, serta transportasi jamaah haji di Makkah, khususnya, dapat tertata lebih baik dan terlayani dengan baik.

Ada tujuh zonasi penempatan jamaah haji Indonesia di Kota Makkah musim haji ini.

Ketujuh zonasi itu adalah pertama, Misfalah diperuntukkan bagi jamaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Jakarta-Bekasi. Kemudian kedua, adalah Jarwal, khusus untuk jamaah haji yang berangkat dari Embarkasi Solo.

Zona ketiga adalah Raudah, untuk jamaah haji yang berangkat dari Embarkasi Palembang dan Jakarta-Pondok Gede. Sedangkan untuk jamaah haji yang berangkat dari Embarkasi Surabaya akan menempati zona Mahbas Jin.

Lalu untuk jamaah dari Embarkasi Balikpapan dan Banjarmasin menempati zona Rei Bakhsyi. Jamaah dari Embarkasi Lombok menempati zona Aziziyah, dan ketujuh zona Syisah diperuntukkan bagi jamaah haji dari Embarkasi Aceh, Medan, Batam, Padang, dan Makassar.

(republika/admin)