Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ/ أمّا بَعْدُ/

Pembaca yang budiman. Pada kesempatan kali ini, kita akan kembali melanjutkan pembahasan mengenai “Jalan masuk syaithon ke dalam hati”.

Pada edisi yang lalu, kita sudah membahas mengenai jalan masuk syaithon ke dalam hati sampai pada pembahasan point yang kesepuluh.

Selanjutnya point yang kesebelas, di antara pintu syetan, yaitu berburuk sangka kepada kaum Muslimin. Nabi bersabda, yang artinya,

“Jauhilah persangkaan, karena sesungguhnya persangkaan itu adalah berita yang paling dusta. Dan janganlah engkau mencari-cari, mendengarkan berita tentang kejelakan manusia, janganlah engkau menyelidiki cacat-cacat manusia, janganlah engkau saling melakukan tipu daya, janganlah engkau saling hasad, janganlah engkau saling membenci, janganlah engkau saling membelakangi. Jadilah engkau hamba-hamba Allah yang bersaudara.

Sobat pembaca, Sungguh, seseorang yang menghukumi seorang Muslim lainnya dengan persangkaan buruk, berarti ia telah merendahkannya, melepaskan kendali lidahnya terhadapnya, dan ia sendiri menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Dan sesungguhnya, tertancapnya buruk sangka pada hati seseorang, ialah karena kekejian orang yang berburuk sangka itu sendiri. Karena seorang Mukmin akan mencari alasan-alasan, untuk menjaga kebaikan saudaranya sesama Mukmin. Sedangkan orang munafik, yaitu orang yang menyelidiki dan mencari-cari keburukan-keburukan orang Mukmin. Namun seorang Mukmin juga, selayaknya menjauhi perkara-perkara yang dapat menyebabkan dirinya mendapat tuduhan buruk sangka, sehingga agama dan kehormatannya tetap terjaga.

Kemudian yang kedua belas. Di antara pintu syetan, yaitu menakut-nakuti dengan musuh-musuh. Allah berfirman,

Artinya : “Sesungguhnya, mereka itu tidak lain hanyalah syetan yang menakut-nakuti kamu dengan kawan-kawannya yaitu orang-orang musyrik Quraisy. Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (Qur’an Surat ‘Ali-‘Imran ayat 175).

Selanjutnya pembaca, yang ketiga belas, di antara pintu syetan, yaitu membisikan angan-angan palsu, dan janji-janji dusta pada jiwa manusia. Allah berfirman, yang artinya,

“Syetan itu memberikan janji-janji kepada mereka, dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syetan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka”. Al-Qur’an Surat ‘Ali-‘Imran ayat 120.

Pembaca yang budiman. Adapun pintu masuk syetan yang terbesar, ialah kebodohan terhadap din, agama. Dengan jalan inilah, syetan menguasai dan memperdaya banyak manusia, sehingga mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan, dan menghalalkan apa yang Allah haramkan. Demikian juga, disebabkan kebodohan terhadap masalah agama, banyak manusia beribadah dengan perkara-perkara baru dalam agama yang di buat-buat, dan perkara-perkara yang bertentangan dengan Islam.

Dari keterangan ini semua, maka seorang Mukmin hendaklah benar-benar waspada terhadap tipu daya syetan. Jangan sampai dirinya terseret oleh syetan, yang tanpa disadarinya menuju kesesatan. Semoga Allah memberikan perlindungan-Nya kepada kita. Aamiin.

Sobat pembaca. Itulah sebagian dari pintu-pintu jalan masuk syetan ke dalam hati manusia. Upaya solusi dari semua ini, ialah dengan menutup celah menuju pintu-pintu tersebut, yakni dengan berusaha membersihkan diri dari sifat-sifat tercela.

Meski akar sifat buruk itu telah tercabut dari hati seorang hamba, tetap masih tersisa kemampuan syetan dalam menjebak manusia, yaitu dengan memberikan bisikan-bisikan buruknya, walaupun tidak bisa menetap di dalam hati. Untuk mengusir bisikan-bisikan jahat ini, tidak lain ialah dengan dzikir kepada Allah , dan membangun hati dengan takwa.

Sobat pemabaca. Perumpamaan syetan, ialah ibarat seekor anjing lapar yang mendekati kita. Jika kita tidak membawa daging dan roti, maka kita bisa mengusirnya dengan gertakan. Namun jika kita membawa daging dan roti, sedangkan anjing itu lapar, maka kita tidak bisa mengusirnya hanya dengan ucapan. Demikian juga hati yang kosong dari makanan syetan, maka ia akan segera pergi dengan dzikrulloh. Adapun hati yang dikuasai oleh hawa nafsu, maka hawa nafsu itu akan mengangkat dzikir ke permukaan hati, sehingga syetan akan menetap di lubuk hati kita.

Jika kita ingin mengetahui bukti dalam hal ini, maka perhatikan di dalam sholat kita. Bagaimana ketika kita mengerjakan sholat, dengan lembutnya syetan membisikkan dalam hati kita masalah-masalah duniawi, tentang pekerjaan, keuntungan perdagangan, dan semacamnya.

Hendaklah kita ketahui bahwa keburukan yang terjadi pada hati, jika hanya berupa lintasan fikiran, pembicaraan dan angan-angan, maka hal ini dimaafkan. Jika seseorang meninggalkannya karena takut kepada Allah , maka ia mendapatkan pahala karenanya. Jika ia meninggalkannya karena ada penghalangnya, maka kita berharap semoga Allah memaafkannya juga. Namun, jika keburukan itu merupakan niat dan tekad, maka tekad melakukan dosa merupakan dosa!. Bagaimana tidak berdosa, bukankah kesombongan, riya, dan ‘ujub merupakan perkara batin?.

Dari itu semua, kita mengetahui betapa penting membekali diri dengan ilmu-ilmu syar’i. Karena ia merupakan unsur paling utama untuk menolak syetan. Setiap bertambah ilmu yang bermanfaat pada seorang hamba, yang dengan itu menjadikan diri kita takut dan bertakwa kepada Allah , maka akan bertambah keselamatan diri kita dari bisikan dan jeratan syetan. Dan hanya Allah -lah tempat memohon pertolongan.

Pembaca yang budiman. Demikianlah pembahasan kita pada edisi kali ini, mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya, dan meng-aplikasikannya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga Allah senantiasa memelihara hati kita dari hati yang kotor dan bisikan-bisikan syetan. Aamiin. Wallohu a’lam.

wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.