Sebuah masjid di kota Cologne  (baca: colon) Jerman diserang oleh tiga orang tak dikenal, yang menyebabkan kerusakan besar pada bangunan Masjid.

Masjid Chorweiler yang dikelola  oleh Uni Islam-Turki untuk Urusan Agama menjadi sasaran tiga pelaku yang menyebabkan kerusakan fisik serius serta merusak kotak sumbangan. Kamera keamanan memperlihatkan bahwa para penyerang merusak ruang administrasi dan gedung layanan, memecahkan kotak sumbangan dan melarikan diri. Investigasi diluncurkan terkait serangan tersebut. Hal ini sebagaimanadi lansir Daily Sabah hari kemarin.

Komunitas Muslim-Turki di Jerman, Rabu lalu telah menyerukan pihak berwenang untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap ekstrimis sayap kanan di tengah meningkatnya jumlah ancaman dan serangan yang menargetkan Masjid dan lembaga komunitas.

Kazim Türkmen, ketua Uni Islam-Turki untuk Urusan Agama menggarisbawahi bahwa meskipun ada peningkatan kejahatan anti-Muslim dalam beberapa tahun terakhir, para pelaku sering tidak dihukum.

Ancaman bom yang dikirim ke Uni Islam-Turki untuk Urusan Agama Selasa pekan lalu memaksa evakuasi masjid terbesar Jerman di Cologne. Setelah menggeledah kompleks dengan anjing pelacak bom, polisi tidak menemukan bom dan daerah itu dianggap aman.

Jerman telah menyaksikan pertumbuhan Islamofobia dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh propaganda partai-partai ekstrimis sayap kanan. Lebih dari 100 masjid dan institusi keagamaan diserang pada tahun lalu.

(arrahmah/admin)