Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka pada Selasa kemarin dalam serangan udara oleh angkatan udara Suriah. Serangan tersebut terjadi di pasar rakyat di sebuah desa di barat laut, yang dikendalikan oleh pasukan oposisi. Hal ini sebagaimana dilaporkan tim penyelamat dan penduduk setempat baru-baru ini.

Mereka menambahkan bahwa bom-bom itu dijatuhkan di jalan utama pasar desa Marshurin di selatan provinsi Idlib. Korban tewas berjatuhan, puluhan lainnya selamat dan bom tersebut mengakibatkan kehancuran.

Rekaman video yang diunggah oleh para aktivis di situs jejaring sosial menunjukkan jasad korban bergelimpangan di tanah sementara penyelamat sibuk mengevakuasi para korban selamat yang mengalami luka bakar parah.

Namun rezim Assad mengklaim, serangan itu menargetkan “pangkalan militer Al-Qaidah” dan mengklaim menewaskan pihak yang mereka sebut “teroris”.

Faktanya, Lembaga pengawas HAM Suriah mengungkap dalam laporan terbarunya bahwa koalisi Rusia-Suriah menargetkan sedikitnya 31 markas lembaga relawan Pertahanan Sipil White Helmets, 37 fasilitas medis, 81 gedung sekolah dalam 11 pekan terakhir. Laporan itu menunjukkan, gempuran terus menerus selama kurun waktu itu menyebabkan 606 sipil tewas, termasuk 157 anak-anak.

Pesawat-pesawat Rusia bergabung dengan tentara Suriah pada 26 April untuk menyerang daerah-daerah yang dikuasai oleh pejuang oposisi di Idlib dan provinsi Hama di sebelahnya. Ini menjadi eskalasi terbesar dalam konflik Suriah sejak musim panas tahun lalu. (kiblat/admin).

Marhaban Romadhon SImpatiFM