Sehari setelah kekalahan telak Amerika Serikat menyusul voting di Majelis Umum PBB terkait status Yerusalem, Presiden Donald Trump komplain dengan merilis cuitannya melalui Twitter. Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah bersikap bodoh karena sudah menggelontorkan 7 triliun dollar di Timur Tengah.

Oleh sebagian jurnalis, komentar orang nomor satu Amerika itu dianggap sebagai ancaman untuk menghentikan bantuan finansial ke negara-negara yang menentang keputusan Washington di PBB. Trump juga menyesalkan betapa kecil “pengaruh” yang sudah dibeli oleh Amerika.

Angka 7 triliun disinyalir untuk anggaran militer dan perang, bukan untuk anggaran kemanusiaan. Selama ini Presiden Trump telah mempublikasikan dukungannya terhadap  peningkatan anggaran militer secara masif. Di waktu yang sama, sejak berkantor di Gedung Putih, misi dan operasi militer di luar negeri terus berlanjut dan diperluas, terutama di Timur Tengah.

(kiblat.net)