Keputusan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah mempengaruhi bisnis di kota suci tersebut.

Kepala Perdagangan di Al-Quds, Fadi al-Hilmi memaparkan bahwa telah terjadi penurunan drastis jumlah wisatawan dan pemesan hotel dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan resesi ekonomi di kota tersebut. Hal itu sebagaimana dikatakan al-Hilmi pada hari Ahad (17/12/2017) kemarin.

Keputusan Amerika Serikat juga membuat pemerintah Israel menekan para pengusaha asal Palestina. Mereka dipersulit untuk mendapatkan izin dagang atau perbaikan usaha. Selain itu, al-Hilmi juga membeberkan bahwa harga tanah dan apartemen di Yerusalem kemungkinan akan meningkat secara dramatis setelah keputusan Amerika Serikat tersebut.

(kiblat.net)