Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, Hasanuddin AF mengatakan, MUI memang belum pernah melakukan kajian Fikih Disabilitas karena tidak ada permintaan dari difabel untuk membahasnya.

Namun jika ada permintaan dari masyarakat, maka itu akan direspons oleh MUI, Komisi Fatwa.

Fatwa yang dikeluarkan MUI selama ini memang merupakan permintaan dari kalangan masyarakat. Kendati demikian, Komisi Fatwa MUI juga responsif terhadap masalah keagamaan yang dihadapi umat Islam.

Terlepas dari itu, Hasanuddin memandang Fikih Disabilitas sangat penting untuk disosialisasikan kepada kaum difabel yang menganut agama Islam. Apalagi, kaum difabel masih banyak yang menghadapi masalah-masalah hukum Islam.

Menurutnya, agama memang perlu menyentuh kalangan difabel. Karena itu, para ulama harus berupaya mengajarkan ilmu agama kepada kaum difabel, termasuk melalui Komisi Dakwah MUI. (republika/admin).