Badan Kemanusiaan Komisi Uni Eropa mengakui jika derita Rohingya yang tertindas merupakan pembersihan etnis. Komisioner untuk Bantuan Kemanusiaan Uni Eropa Christos Stylianides mengatakan ia terkejut atas besarnya kebutuhan Rohingya yang ia saksikan dalam kunjungan selama dua hari di Bangladesh pekan lalu.

Sebagaimana diketahui, Sejak 25 Agustus, lebih dari 600 ribu warga Rohingya menyeberang dari Rakhine ke Bangladesh.

Mereka melarikan diri dari operasi keamanan yang membunuh, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmud Ali, sekitar 3 ribu orang Rohingya tewas dalam aksi kekerasan tersebut.

Rohingya, yang disebut PBB sebagai orang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan meningkat atas serangan yang membunuh puluhan orang pada kekerasan komunal pada 2012. PBB telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, termasuk bayi dan anak-anak, pemukulan brutal dan penghilangan oleh petugas keamanan.

(islampos.com)

Marhaban Romadhon SImpatiFM