Penyelidik Hak Asasi Manusia mengabarkan kepada Al Jazeera bahwa, kondisi kemanusiaan di kamp-kamp yang menampung pengungsi Rohingya di Bangladesh, akan semakin memburuk dalam beberapa bulan ke depan. Sekaligus ia juga mengemukakan kekhawatirannya tentang sebuah rencana untuk mengembalikan minoritas yang melarikan diri tersebut ke Myanmar.

Dalam sebuah wawancara dari kamp pengungsi Balukhali di Kok Bazar, Yanghee Lee, seorang pelapor khusus PBB yang dilarang mengunjungi Myanmar oleh pemerintah, mengatakan bahwa dengan mendekatnya musim hujan di Bangladesh, kamp-kamp penuh sesak, akan menderita tanah longsor dan kita dapat melihat sejumlah besar korban jiwa.

Utusan PBB tersebut akan mengunjungi Myanmar pada bulan Januari ini untuk menilai keadaan hak asasi manusia di seluruh negeri, termasuk di negara bagian Rakhine, di mana sebuah tindakan militer brutal telah mengirim lebih dari 650.000 minoritas Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Lee mendesak masyarakat internasional untuk membantu memecahkan masalah kamp-kamp yang penuh sesak di Bangladesh. Sebanyak 1.550 pengungsi akan dikirim kembali setiap pekan, yang akan bertambah menjadi sekitar 150 ribu selama periode dua tahun.

(jurnalislam.com)

Marhaban Romadhon SImpatiFM