Kubu Oposisi Suriah menginginkan Pasukan Garda Revolusi Iran dan Milisi-Milisi Syiah untuk segera meninggalkan negara tersebut, demikian pernyataan seorang pemimpin oposisi bersenjata, Senin (31/10/2017) yang lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan di ibukota Kazakhstan, Astana, pada hari pertama perundingan perdamaian putaran ketujuh yang bertujuan mengakhiri konflik Suriah.

Hassun salah seorang perwakilan delegasi oposisi yang menghadiri perundingan di Astana akan mengajukan beberapa dokumen kepada PBB yang akan membantu menyingkirkan teroris asing yang didukung oleh Iran.

Perundingan tersebut, akan fokus pada penguatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 30 Desember, yang ditengahi oleh Turki, yang mendukung oposisi, bersama dengan Rusia dan Iran, yang mendukung rezim Bashar al-Assad.

(panjimas.com)