Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Agus Wibowo mengatakan lebih dari 3 ribu orang mengungsi di 15 titik pengungsian akibat gempa yang menghantam Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Ahad kemarin.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa sebanyak 51 orang luka-luka dan empat orang meninggal dunia. Hingga Selasa pukul 06.00 WIB, masih terjadi gempa susulan sebanyak 93 kali dan yang dirasakan 30 kali. Hal ini sebagaimana diungkapkan Agus dalam jumpa pers di Graha BNPB, Selasa kemarin.

Para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan mendesak terutama makanan dan sandang seperti beras, air mineral, makanan siap saji, mi instan, tikar, matras, selimut, terpal, popok bayi, pakaian anak dan semacamnya.

Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan terhadap ratusan rumah, tujuh sekolah, tiga rumah ibadah, satu fasilitas kesehatan, dua unit bangunan lain, dan tiga jembatan.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari yang akan berakhir pada Ahad depan. (arrahmah/admin).