Lembaga Tabung Haji, Malaysia tengah berupaya mempersingkat masa tunggu nasabahnya untuk menunaikan ibadah haji. Hal itu diungkapkan Menteri di Departemen Perdana Menteri, Mujahid Yusof Rawa.

Dia segera meminta manajemen lembaga Tabung Haji memeriksa masalah itu, setelah menutup defisit 4 koma 1 miliar ringgit.

Dia mengatakan, sejumlah nasabah harus menunggu hingga 100 tahun untuk bisa masuk kuota ibadah haji.

Dia merincikan, Tabungan Haji mencatat total aset sebesar 76 koma 5 miliar ringgit dan surplus aset 1 miliar ringgit pada 31 Desember 2018. Menurutnya, hal itu merupakan prestasi lembaga tersebut, sebelum satu tahun mengelola Tabungan Haji.

Dia mengatakan, situasi keuangan Tabung Haji memungkinkan adanya restrukturisasi keuangan untuk kepentingan para nasabah.

Dia menyebut, apabila rencana restrukturisasi Tabungan Haji berjalan lancar, maka hibah untuk tahun fiskal 2019 akan lebih tinggi dan lebih baik.

Mujahid mengucapkan terima kasih pada deposan karena kepercayaan terhadap Tabung Haji, kendati catatan hibah rendah. (ihram/admin).