Ketua MUI Kyai Haji Ma’ruf Amin menegaskan bahwa MUI selama ini mengajarkan tentang toleransi. Artinya, memahami adanya perbedaan pada setiap orang.

Ia juga menegaskan bahwa toleransi itu ada batasnya. Artinya, perbedaan yang berada di wilayah toleransi tidak perlu dipermasalahkan.

Ma’ruf Amin menambahkan bahwa sepanjang perbedaan ikhtilaf, maka hal tersebut termasuk toleransi. Jika ada perbedaan di luar itu, maka MUI menyebutnya bukan perbedaan, melainkan penyimpangan.

Di kesempatan yang sama, Ma’ruf Amin menghimbau supaya umat Islam tegas terhadap suatu penyimpangan. Sebab, jika penyimpangan tidak segera dihentikan akan semakin mempengaruhi masyarakat.

(kiblat.net)