Pakistan didesak untuk membawa masalah pelanggaran hak yang berkelanjutan di Jammu dan Kashmir yang dikelola India, ke Mahkamah Internasional. Pernyataan itu disampaikan mantan ketua hakim agung Gambia, Ali Nawar Chowhan.

Chowhan mengatakan Pakistan yang merupakan pihak penting dalam perselisihan lama itu harus mendekati pengadilan PBB.  Menurut Chowhan, Jika Gambia dapat mendekati pengadilan internasional di bawah bagian pelanggaran hak asasi manusia atas rohingya, maka Pakistan bisa melakukan hal yang sama. Hal ini diungkapkan chowhan kepada media senin kemarin.

Kepala Institut Studi kebijakan Khalid Rahman, yang berbasis di Islamabad menyoroti kebijakan Kashmir Pakistan setelah India menanggalkan status otonomi khususnya tahun kemaarin. Menurut Rahman, Pakistan perlu meningkatkan kebijakannya karena perubahan status telah mengubah dimensi sengketa Kashmir. Dia mendesak pemerintah Pakistan untuk tidak pernah mundur tentang masalah Kashmir.

internasional.republika/admin