Slovenia akhirnya mendirikan masjid pertamanya sebagai tempat ibadah umat muslim di sana. Setelah menunggu hingga 50 tahun, akhirnya pada Senin pekan ini, masjid pertama Slovenia resmi dibuka.

Upaya pendirian masjid ini dilakukan komunitas muslim Slovenia sejak 1960. Namun saat itu mayoritas penduduk Slovenia beragama Katolik dan Slovenia juga masih menjadi bagian dari Komunis Yugoslavia.

Komunitas Muslim Slovenia baru mendapatkan izin pembangunan masjid 15 tahun yang lalu. Namun demikian untuk melakukan pembangunan pun, tidak mudah. Mereka menghadapi banyak kendala termasuk masalah keuangan.

Komunitas Muslim Slovenia juga harus berhadapan dengan politisi sayap kanan yang menentang proyek pembangunan masjid. Belum lagi mereka juga kerap mendapatkan teror kepala babi dan darah di lokasi pembangunan masjid.

Kepala komunitas Islam, Mufti Nedzad Grabus mengatakan bahwa proyek ini menghadapi banyak kendala dari orang-orang yang mengkritik pembiayaannya. Mereka mencoba menghentikannya melalui berbagai cara termasuk meninggalkan kepala babi dan darah babi di lokasi pembangunan.

Sebelum berdirinya masjid, umat Islam Slovenia selama bertahun-tahun melakukan kegiatan ibadahnya atau kegiatan keagamaan lainnya dengan menyewa aula atau gedung olahraga (GOR). (rebublika/admin)