Seperti dilansir Zaman Alwasl, setidaknya belasan warga sipil terbunuh dan sebuah sekolah terkena tembakan di tengah pemboman intensif militer Bashar Asad di utara ibukota Damaskus.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia atau SOHR, mengatakan orang-orang yang tewas di distrik Saqba dan Hamouriya termasuk dua perempuan, satu anak dan satu aktivis media. Ghautah Media Center mengatakan bahwa aktivis tersebut bekerja untuk saluran televisi lokal, Al-Jisr TV.

Dalam video yang dipublikasikan oleh Ghautah Media Center, anak-anak TK terlihat berlarian di jalanan di Kafr Batna. Anak-anak yang panik bertebaran di jalan-jalan kecil, beberapa di antaranya menangis sementara yang lainnya memanggil-manggil orang tua mereka. Tim penyelamat berjuang untuk mengawal anak-anak itu keluar dari daerah yang tertutup debu menyusul ledakan tersebut.

Seperti diketahui, Ghautah Timur yang terletak di utara Damaskus, merupakan bagian dari zona de-eskalasi yang diumumkan awal tahun ini di Suriah. Namun serangan di tengah pengepungan yang ketat terus berlanjut di wilayah tersebut.

(arrahmah.com)