Sebanyak sembilan warga Palestina termasuk anak di bawah umur ditangkap militer Israel dalam sebuah penggerebekan di Tepi Barat. Menurut Masyarakat Penjara Palestina atau PPS, tentara Israel menyerbu kota Tulkarm di Tepi Barat.

Dalam penyerbuan tersebut, pasukan Israel menahan seorang anak kecil berusia 14 tahun yang teridentifikasi sebagai Mus’ab abu Al Shawareb.

Sementara itu, militer Israel juga menahan sebanyak lima warga Palestina di Hebron dan tiga orang lainnya di distrik Qalqilia. Hampir setiap hari, militer Isarel melakukan penggerebekan yang menargetkan warga Palestina. Biasanya penangkapan dilakukan pada malam hari.

Sementara itu, pemukim Israel melakukan vandalisme pada 13 kendaraan milik warga Pratima di Desa Qira, sebelah Utara Salfit. Para ekstrimis Israel itu mencoret kendaraan dengan slogan rasis.

Kepala desa Qira, Aisha Nimr mengatakan bahwa orang-orang Israel itu menyelinap masuk pada malam hari. Mereka kemudian merusak ban kendaraan yang diparkir serta menyemprotkan cat dengan tulisan rasis pada kendaraan dan rumah warga.

Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap properti milik warga Palestina telah menjadi hal biasa di Tepi Barat. Kendati demikian, pihak berwenang Israel tak melakukan apa pun. Termasuk di antaranya pembakaran properti masjid, melempar batu, mencabut tanaman dan pohon zaitun, hingga serangan terhadap rumah-rumah warga. (republika/admin)