Jakarta – Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia, Azizah mengatakan bahwa MUI tidak serta merta menerima Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Pihaknya akan memberi beberapa masukan kepada DPR.

Azizah menyatakan bahwa pihaknya sedang menggodok rumusan yang akan disampaikan ke DPR, untuk kemaslahatan umat.

Ia menjelaskan bahwa saat ini ada 3 komisi yang sedang menggodok masukan untuk RUU P-KS, yaitu komisi fatwa, komisi hukum dan perundang-undangan, serta komisi perempuan remaja dan keluarga.

Masukan untuk RUU P-KS menurutnya berdasarkan kepada Hasil ijtima ulama di Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu. Salah satunya menghasilkan keputusan bahwa MUI pada dasarnya menerima rancangan undang-undang tersebut, tetapi dengan beberapa catatan.

Namun, ia mengakui bahwa diskusi tentang RUU tersebut masih belum final, dan rumusan yang akan disampaikan pun belum rampung. Hanya saja, ia berharap dalam waktu dekat, rumusan itu bisa segera selesai dan disampaikan ke DPR. (kiblat/admin)