Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor, Jawa Barat melaksanakan agenda blusukan ke kampung-kampung di Kabupaten Bogor, salah satunya ke Tenjolaya. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran aliran dan pemahaman menyimpang.

Menurut Sekretaris MUI Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar, masalah yang dihadapi saat ini begitu besar, antara lain maraknya aliran dan pemahaman menyimpang, masalah sosial, dan masalah lingkungan. Hal ini sebagaimana diungkapkanĀ  Saepudin Muhtar alias Gus Udin usai memberikan materi sosialisasi di Aula Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Senin kemarin.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan bertajuk “Bersama membangun Indonesia berkeadaban” yaitu mengenai keorganisasian dan penguatan sinergitas antara ulama dan umara di wilayah Kecamatan Tenjolaya.

Gus Udin berharap para ulama dan umaro menerima materi yang diberikan dan kedepan bisa membendung lebih dulu sebelum aliran dan paham menyimpang di wilayah tersebut menyebar.

Selain unsur Muspika, di acara tersebut turut hadir para kiai, tokoh masyarakat, ketua ormas dan pimpinan pondok pesantren.

Selain mengangkat isu keagamaan, pihaknya juga memberikan materi mengenai masalah-masalah sosial. Salah satunya mengenai permasalahan sampah yang tengah konsen dibenahi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, sampah di Kabupaten Bogor saat ini mencapai 2.800 ton per hari dan membutuhkan pengangkut sedikitnya 550 truk, sementara pemerintah hanya memiliki 245 armada dan satu Tempat Pembuangan Akhir atau TPA.

Maka, pria yang juga merupakan Juru Bicara Bupati Bogor, Ade Yasin ini mengajak tokoh agama dan masyarakat turut peduli dalam melancarkan program Pemkab Bogor soal penanganan sampah zonasi dan penambahan tempat penampungan sampah terpadu.

(republika/admin)

Marhaban Romadhon SImpatiFM