Majelis Ulama Indonesia Kota Depok mengeluarkan surat dukungan atas sikap Pemerintah Kota Depok terkait pelarangan tayang film Kucumbu Tubuh Indahku di bioskop-bioskop seluruh wilayah Depok, Jawa Barat.

Ketua Umum MUI Kota Depok Kyai haji Dimyati Badruzaman di Depok, mengatakan film tersebut tidak sesuai dengan norma-norma kesusilaan di tengah masyarakat, khususnya dengan prinsip dan nilai-nilai agama Islam.

MUI Kota Depok memiliki beberapa pandangan agar film tersebut tidak ditonton. Surat tertanggal 25 April 2019 dan ditandatangani oleh Ketua MUI Depok Dimyati Badruzaman dan Sekretaris Nurwahidin ini menjelaskan, film itu sangat berpotensi untuk merusak generasi muda Islam di Kota Depok untuk perilaku seks bebas dan menyimpang.

Sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris melarang film tersebut ditayangkan di bioskop di Depok. Film tersebut diduga kental dengan unsur Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau LGBT dan hubungan seksualitas antara sesama jenis.

Idris kemudian mengeluarkan surat keberatan yang ditujukan pada Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI. Dalam surat tanggal 24 April 2019 itu disebutkan bahwa film tersebut berdampak pada keresahan di masyarakat, karena dalam film tersebut terdapat adegan penyimpangan seksual.

Menurut dia, adegan dalam film tersebut bertentangan dengan norma agama. Selain itu juga berpengaruh pada pola pandang masyarakat terutama generasi muda sehingga mengganggap perilaku penyimpangan seksual merupakan perbuatan yang biasa dan dapat diterima. (hidayatullah/admin).