Majelis Ulama Indonesia akan menggelar Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 di tahun depan tepatnya pada tanggal 26 sampai 29 Februari 2020 di Bangka Belitung. Kongres tersebut akan mengusung tema “Menyongsong Arah Baru Perjuangan Umat Islam Indonesia 5 Tahun ke Depan. Din Syamsuddin selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI menjelaskan beberapa hal yang akan dibahas di kongres, sesuai dengan tema, terutama mengenai sikap politik umat Islam. Hal ini sebagaimana diungkapkan Din syamsudin dalam rapat pleno di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Kamis kemarin.

Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Nur Ahmad menambahkan, Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 akan meneruskan ide-ide yang dimiliki MUI dalam menentukan arah umat Islam Indonesia. Ia juga berharap hasil diskusi dalam kongres nanti akan menjadi sebuah arah baru dalam memperkuat perjuangan umat Islam.

Ia juga menjelaskan, pada bidang politik telah terjadi banyak permasalahan seperti kompetisi politik transaksional, oligarki politik, kapitalisasi politik, dan lain sebagainya. Bahkan, beberapa waktu terakhir telah terjadi kontestasi politik yang tidak seimbang dengan berdasarkan pada modal. Akibatnya banyak tokoh-tokoh Islam kalah bersaing karena tidak punya modal uang. Kemudian terjadi munculnya tokoh-tokoh politik instan.

Lalu, dalam bidang ekonomi, ia mengatakan telah terjadi penyimpangan besar-besaran dari pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia menganut asas kekeluargaan.  Tapi pada kenyataannya, ekonomi Indonesia lebih mengarah kepada ekonomi kapitalis. Oleh karena itulah, politik dan ekonomi juga menjadi tema yang akan dibahas di pertemuan mendatang.

hidayatullah/admin