MUI Kabupaten Garut telah melakukan klarifikasi ke pihak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Garut terkait penolakan Ustadz Bactiar Nasir dan KH Shabri Lubis di kota itu.

Informasi penolak itu pun ternyata tersebar luas di media sosial, dan mengundang kontroversi. MUI Kabupaten Garut  yang dipimpin oleh KH Sirojul Munir pun segera mengklarifikasi hal tersebut ke pihak PCNU Garut.

Ulama Garut yang akrab disapa Ceng Munir itu mengungkapkan bahwa pihak NU mengaku tidak menolak tabligh akbar, tapi kami menolak kedatangan Bachtiar Nasir dan KH Shabri Lubis.

Untuk menengahi, pihak MUI pun mengusulkan pihak PCNU Garut bertemu terlebih dahulu dengan Ustadz Bachtiar Nasir dan KH Shabri Lubis.

Selain berkomunikasi dengan pihak PCNU, MUI Kabupaten Garut juga menghubungi pihak panitia. Pertemuan dengan panitia penyelenggara tabligh akbar berlangsung sejak pagi sampai sore hari. Pertemuan tersebut juga dihadiri pihak Kapolres Garut, Dandim, Pemerintah Daerah, juga Kementerian Agama.

Ceng Munir menjelaskan bahwa Panitia tetap dengan program awalnya tidak akan merubah dari mulai tempat, waktu, dan termasuk penceramahnya.

Meski demikian, Ketua MUI Garut itu tetap berpesan agar tidak terjadi kekacauan di masyarakat. Pihaknya akan berupaya membantu terciptanya suasana kondusif.

(kiblat.net)