Anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI atau Kumdang-MUI Pusat, Doktor Abdul Chair Ramadhan, menyebut Undang-Undang Ujaran Kebencian atau Hate Speech sengaja diarahkan selalu kepada umat Islam.

Abdul Chair menilai undang-undang tersebut menjadi alat kekuasaan untuk membungkam kritik yang mengarah kepada penguasa. Lebih banyak diarahkan kepada tokoh-tokoh umat Islam.

Menurutnya, para penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian,  hanya mengurus kasus yang berkaitan dengan pengkritik penguasa, tetapi melakukan hal sebaliknya kepada pendukung kekuasaan, meski dalam hal tindakannya sama atau lebih parah.

Dosen Fakultas Hukum Universitas As-Syafi’iyah itu menegaskan, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi institusi penegak hukum. Hal itu juga akan berpengaruh kepada masyarakat yang saat ini sudah bisa menilai.

Meski demikian, dia juga menilai undang-undang Ujaran Kebencian masih multi tafsir dan belum paten secara definisi, sehingga hal itu membuat penguasa bisa dengan mudahnya memaksakan tafsirnya sesuai keinginan.

(eramuslim.com)

Marhaban Romadhon SImpatiFM