Dalam persiapan Kongres Umat Islam Indonesia atau KUII ke-7 di Bangka Belitung akhir Februari mendatang, MUI mengadakan uji tashih materi yang akan dibawa ke KUII tersebut. MUI baru saja menyelesaikan uji tashih tentang filantropi atau lembaga kemanusiaan Islam, yang meliputi zakat, infak, shodaqoh dan wakaf.

Wakil Ketua Steering Committee KUII 7, Nur Ahmad menyebut selama ini kedermawanan umat Islam belum dikelola, disalurkan, dan dikembangkan dengan baik.

Nur Ahmad menyebut persoalan filantropi Islam seharusnya tidak hanya untuk menyelesaikan delapan asnaf atau golongan penerima zakat saja, karena persoalan tentang kemanusiaan universal, salah satunya adalah bencana alam. Ia mengungkapkan, selama ini filantropi umat Islam baru bersifat bantuan mendadak, namun tidak ada langkah lebih lanjut.

Ia mencontohkan, ketika sedang ada bencana, semua pihak ramai-ramai di tanggap darurat, namun setelah itu tidak langkah lebih lanjut.

Filantropi juga tidak hanya terkait dengan harta benda saja, tetapi sekaligus juga dengan pemikiran, dan tindakan yang membantu terkait dengan kedermawanan, misalnya trauma healing.

KUII ke-7 akan digelar di Bangka Belitung dengan tema besar “Strategi Umat Islam Menuju Indonesia yang Maju, Adil dan Beradab,”. Dari tema tersebut, MUI membagi menjadi tujuh strategi, yaitu politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan kebudayaan, media, filantropi, dan Islam wasathiyah. (kiblat/admin)