Penduduk desa dan seorang anggota parlemen di negara bagian Rakhine, Myanmar, mengatakan bahwa sebuah helikopter militer menyerang sekelompok Muslim Rohingya yang tengah mengumpulkan bambu, menewaskan lima orang dan melukai 13. Namun, seorang juru bicara militer Myanmar menolak berkomentar.

Mayor Jenderal Tun Tun Nyi mengatakan tentara akan merilis apa yang mereka sebut berita sebenarnya, tentang dugaan insiden tersebut pada waktunya.

Zaw Kir Ahmed, seorang pemimpin masyarakat dari desa Kin Taung mengatakan kepada Reuters bahwa erangan udara militer menewaskan lima orang, termasuk salah satu warga desanya. Orang-orang di desa tidak berani keluar dari rumahnya.

Baru-baru ini, militer telah berperang dengan kelompok bersenjata lain, Tentara Arakan, yang merekrut sebagian besar dari populasi etnis Buddha Rakhine. Insiden terbaru terjadi di sebuah lembah di kota Buthidaung, dekat sebuah desa yang merupakan rumah bagi keluarga Muslim Rohingya.

Banyak desa di sekitar Buthidaung dihancurkan selama kampanye 2017 melawan Rohingya, meskipun desa yang menjadi rumah bagi para korban dari serangan tersebut selamat pada waktu itu. (arrahmah/admin).