Pasukan Penjaga Perbatasan Bangladesh atau BGB yang bersenjata lengkap telah dikerahkan di Pulau Saint Martin untuk memastikan keamanan pulau tersebut secara keseluruhan.

Pengerahan “bersenjata berat” ini berada di bawah arahan pemerintah. Demikian hal tersebut disampaikan dalam siaran pers yang dikeluarkan dari kantor pusat BGB tanpa merinci lebih lanjut.

Langkah ini datang di tengah pembicaraan tingkat tinggi pasukan perbatasan yang sedang berlangsung antara Bangladesh dan Myanmar di Nay Pyi Taw di Myanmar, yang akan berakhir pada 10 April.

Meski demikian, kehadiran pasukan tersebut telah menciptakan kegelisahan di antara penduduk pulau.

Pasukan paramiliter telah dikerahkan di pulau itu sejak 1997.

Mohsin Reza, petugas hubungan masyarakat BGB, menyebut penempatan itu sebagai arahan pemerintah. (arrahmah/admin).