Organisasi Burma Rohingya atau Brouk, menyebut pemerintah dan militer Myanmar telah menggunakan cara baru untuk melakukan pembantaian atau genosida terhadap Muslim Rohingya di Rakhine State.

Dalam pernyataan resminya seperti dilansir Anatolia News Agency, pada Ahad (08/10/2017) kemarin, Brouk mengungkapkan, bahwa kelaparan merupakan cara baru yang dilakukan militer dan ekstremis Budha untuk melancarkan pembantaian etnis terhadap Muslim Rohingya.

Menurut organisasi yang berpusat di ibukota London tersebut, Muslim Rohingya kini menghadapi kelaparan yang merupakan dampak dari larangan masuknya bantuan kemanusiaan ke Provinsi Rakhine yang ditetapkan oleh militer dan pemerintah Myanmar.

Brouk menambahkan, militer dan milisi Budha terus melakukan pembakaran terhadap rumah-rumah Muslim Rohingya dan tempat-tempat kerja mereka. Meskipun seruan internasional untuk menghentikan kekerasan terus didengungkan.

(eramuslim.com)