Organisasi Kerjasama Islam atau OKI pada hari Senin mengutuk pembongkaran berpuluh-puluh rumah Palestina di Jerusalem Timur.

Dalam sebuah pernyataan, organisasi yang bermarkas di Jeddah itu menggambarkan pembongkaran sebagai eskalasi serius yang bertujuan mengubah komposisi  penduduk kota suci itu.

Ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk memaksa ‘Israel’ menjauhkan diri dari praktik ilegal dan pelanggaran terhadap warga Palestina.

Senin pagi, sebuah buldoser yang disertai ratusan tentara ‘Israel’ bergerak ke lingkungan Wadi Homs di Jerusalem Timur saat fajar. Buldoser israel mulai meruntuhkan beberapa bangunan di daerah itu. Tentara ‘Israel’ menyatakan wilayah itu sebagai zona militer dan mencegah masyarakat dan jurnalis untuk mencapainya.

Pihak berwenang ‘Israel’ mengklaim bahwa bangunan itu dibangun tanpa izin. Pekan lalu, koordinator kemanusiaan PBB Jamie McGoldrick dan pejabat PBB lainnya meminta ‘Israel’ untuk menghentikan aksi pembongkaran.

Uni Eropa juga mengkritik pembongkaran untuk merusak solusi dua negara dan prospek untuk perdamaian abadi. Sebuah solusi yang tidak pernah diakui warga Palestina sendiri.

Yerussalem berada di tengah-tengah perselisihan di Timur Tengah selama beberapa dekade, dengan warga Palestina berharap bahwa Yerussalem Timur suatu hari nanti akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina kembali. (hidayatullah/admin).