Menteri Luar Negeri Polandia, Jacek Chapotowicz (Yajek caputowij), mengumumkan bahwa Dewan Keamanan atau DK PBB telah menerima surat dari Pakistan meminta sidang darurat untuk membahas situasi di Kashmir.

Yajek, yang negaranya memegang jabatan presiden bergilir DK PBB untuk bulan ini, menjelaskan bahwa Polandia siap untuk menangani masalah ini dalam Dewan Keamanan. Ia pun berharap India dan Pakistan dapat menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog.

Pekan lalu, bagian Kashmir yang dikendalikan oleh New Delhi menyaksikan protes besar-besar terhadap pemerintah India. Protes itu untuk menentang putusan India menghapus wilayah otonomi Kashmir. Saat ini, Kashmir dijaga ketat oleh pasukan keamanan dan warga diminta untuk tetap di rumah.

Penghapusan wilayah otonom membuat kebebasan warga Kashmir yang mayoritas muslim terancam. Dampak lainnya yang ditimbulkan, warga non-muslim dibolehkan membeli tanah Kashmir yang memungkinkan mereka mengusir warga muslim secara perlahan.

kiblat/admin

Marhaban Romadhon SImpatiFM