Pakistan mendesak media internasional untuk membuat peliputan yang lebih besar tentang Jammu dan Kashmir yang dikelola India. Asisten Khusus Perdana Menteri tentang Informasi dan Penyiaran, Firdaus Ashiq Awan, mengajak wartawan internasional mengangkat persoalan Kashmir ke seluruh dunia.

Firdaus menuding India membawa Kashmir ke dalam kondisi pengepungan dan India juga menolak hak-hak dasar warga Kashmir sejak 5 Agustus. Hal ini dilakukan ketika New Delhi mencabut status khusus atau otonomi terbatas ke Kashmir yang dikelola India.

Firdaus menjelaskanPada 5 Februari nanti, akan ditandai sebagai hari solidaritas dengan warga Kashmir setelah dicabut status khususnya. Ia pun menegaskan bahwa Pakistan akan melanjutkan dukungan politik, moral, dan diplomatiknya untuk Kashmir.

Kashmir dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan mengklaim keduanya sepenuhnya. Sepotong kecil wilayah Kashmir juga dipegang oleh China.

Sejak pemisahan Pakistan dari India pada tahun 1947, kedua negara telah berperang tiga kali. Dua di antaranya terjadi di Kashmir. Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan pemerintahan India untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan. Ribuan orang dilaporkan tewas dalam konflik di wilayah tersebut sejak 1989. (republika/admin)